Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat

Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat

Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Mesum, Cerita Sex Pasutri, Cerita Bokep Seks, Cersex, Cerita Sex 2019, Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Hot Online, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Sex Bergambar, Cerita Sex Panas, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Tante, Kisah Seks, Cerita Panas, Cerita Mesum.

Pada sebuah liburan sekolah yang panjang, kami dari suatu SLTA menyelenggarakan pendakian gunung di Jawa Timur. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Diantara rombongan tersebut satu guru perempuan ( guru biologi) dan satu guru lelaki ( guru olah raga ). Acara liburan ini sebetulnya amat tidak didukung oleh cuaca. Soalnya, acara kami itu diselenggarakan pada awal mula musim hujan. walapun begitu kami tidak sedikitpun takut menghadapi cuaca itu.

Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat

Ada yang Cukup mengganjal hati saya, yaitu Ibu Guru Melia ( saya memanggilnya Melia ) orangnya dikenal galak, judes dan anti cowok ! denger-denger dia diketahui lesbi. Ada yang bilang dia patah hati dari pacarnya dan sekarang sok anti cowok. Bu Melia umurnya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. Sedangkan rekan – rekan cewek lainnya terdiri dari cewek-cewek cerewet tapi cantik-cantik dan periang, cowoknya, terus cerah saja, semuanya bandit asmara ! termasuk juga pak Donald guru olah raga kami itu.

Agen Sakongkiu Poker Online Indonesia

Sakongkiu

Perjalanan mengarah ke puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah sampai tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. Seperti seringkali rombongan berangkat mengarah ke ke sasaran melewati jalan setapak. Sampai tengah hari, kami mulai memasuki area yang berhutan lebat dengan satwa liarnya, yang mayoritas terdiri dari monyet-monyet binal dan galak. Menjelang sore, setelah regu istirahat sebentar untuk santap dan minum, kami berangkat lagi.

Kata pak Donald sebentar lagi hingga ke tujuan. Saking lelahnya, regu mulai berkelompok dua-dua. Kebetulan aku berjalan sangat belakang mendampingi si cerewet Melia dan diajak membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Sebentar-sebentar mohon istirahat, bahkan hingga 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih tersebut mulai membengkak.

Kami berangkat lagi, namun celaka, regu di depan tidak nampak lagi, nah lo ?! Kami keadaan bingung sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Tak terdapat sahutan sedikitpun, yang terdengar itupun hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau. Melia paling ketakutan dengan auman harimau itu. Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui tersebut benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilewati orang.

Sial untuk kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Melia mohon istirahat dan berteduh di suatu pohon paling besar. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan regu di depan. Akhirnya kami menyimpulkan untuk bermalam di suatu tepian batu cadas yang tidak banyak seperti goa.

Bandar DominoQQ Sakongkiu Indonesia

Hujan semakin deras dan kabut semakin tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. Bajuku basah kuyup, demikian pun baju Melia. Dia menggigil kedinginan. tak terasa hari sdah gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang dingin. Kami tersesat di tengah hutan lebat.

Tanpa sadar Melia saking kedinginan dia mendekap aku. “Maaf” katanya. Aku diam saja, bahkan dia mohon aku memeluknya erat-erat supaya hangat tubuhnya. Pelukan kami semakin kencang, seiring dengan kencangnya deras hujan yang menggelegar. Jika aku tak salah, nyaris tiga jam lamanya hujan turun, dan nyaris tiga jam kami berdekapan menahan dingin.

Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat

Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Tujuan utamanya ialah mencari pakaian tebal, karena jaket kami telah basah kuyup. Seluruh pakaian bawaan Melia basah kuyup, aku pun cuma punya satu jaket parasut di ransel. Melia mohon aku meminjamkan jaketku. Aku setuju. Tapi apa yag terjadi ? wow…Melia dalam keadaan dingin tersebut membuka semua pakaiannya untuk diganti dengan yang agak kering. Mulai dari jaket, T. Shirt nya, BH nya, wah aku menyaksikan seluruh tubuh Melia. Dia biarkan saja, payudaranya tampak samar-samar dalam gelap itu. Tiba-tiba dia memelukku lagi.

“Dingin banget” katanya. “Terang dingin , berakhir kamu bugil begini” jawabku.
“Habis bagaimana? basah semua, bantu pakein aku jeketmu dong ?” pinta Melia.

Aku memakaikan jaket parasut tersebut ketubuh Melia. Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman

Bandar Judi Domino 99 Indonesia

” Maaf Melia ?”
“Enggak apa-apa ?!” sahutnya.

Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin seketika jadi hangat, entah apa penyebabnya. Melia merangkulku, “Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat. ” Hangat bu ? yoosss jawabku, “iya sudah mulai hangat, yang lama dong peluknya” pintanya. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.
Aneh bin ajaib, Melia tampak telah berkurang menikmati kedinginan malam itu, laksana aku juga. Dia meraba bibirku, aku reflex menghirup bibir Melia. Lalu aku menghindar. “Kenapa?” tanya Melia

” Maaf Melia ? ” Jawabku. Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat
” Tidak apa-apa Beni, kita dalam suasana sperti ini saling membutuhkan, dengan begini kita saling bernafsu, dengan nafsu tersebut membangkitkan panas dalam darah kita, dan dapat mengurangi rasa dingin yang menyengat.

Kembali kami berpelukan, berciuman, sampai tanpa sadar aku memegang payudaranya Melia yang montok itu, dia diam saja, bahkan Seperti meningkat nafsu birahinya. Tangannya secara reflek merogoh celanaku kedalam sampai masuk dan memegang penisku. Kami masih berciuman, tangan Melia mengerjakan gerakan Seperti mengocok-ngocok ‘Mr. Penny’ku. Tanganku mulai merogoh ‘Ms. Veggy’nya Melia, astaga ! dia rupanya telah melepas celana dalamnya sejak tadi. Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat

Karena remang-remang aku hingga tak melihatnya. ‘Ms. Veggy’nya hangat sekali unsur dalamnya, bulunya lebat.
Melia sepontan melepas semua pakaiannya, dan meminta aku melepas pula. Aku tanpa basa basi lagi langsung bugil. Kami bergumul diatas semak-semak, kami mengerjakan hubungan badan ditengah gelap gulita itu. Kami saling ganti posisi, Melia meminta aku dibawah, dia diatas. Astaga, goyangnya!! Pengalaman banget dia ? kan belum kawin ?

Bandar Judi Resmi Adu Balak

Sakongkiu

” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra.
” Lumayan sayang ?!” sahutku separuh berbisik.
” Biasa main dimana ?” tanyanya
“Ada apa sayang?” tanyaku kembali.
” Akh enggak” jawabnya seraya melepas ‘Ms. Veggy’nya dari ‘Mr. Penny’ku, dan dengan tangkas dia mengisap dan menjilati ‘Mr. Penny’ku tanpa rasa jijik sedikitpun.

Melia meminta supaya aku mengisap payudaranya, lalu menurunkan kepalaku dan menuntunnya ke arah ‘Ms. Veggy’nya. Aku jilati ‘Ms. Veggy’ tersebut tanpa rasa jijik pula. Tiba-tiba saja dia mohon senggama lagi, lagi dan lagi, sampai aku ejakulasi. Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat

Aku sempat bertanya, “Bagaimana andai kamu hamil ?”
” Don’t worry !” katanya. Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat

Dan sesudah dia memebersihkan ‘Ms. Veggy’nya dari spermaku, dia merangkul aku lagi. Malam semakin larut, hujan telah reda, bintang-bintang di awang mulai bersinar. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bercahaya terang benderang. Paras Melia tampak elegan dan cantik sekali. Kami berbincang ga jelas, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Melia mohon bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali ‘Mr. Penny’ku. Aku jadi bingung, dari mana dia tahu berbagai rasa ‘Mr. Penny’, dia kan belum nikah ? tidak punya pacar ? kata orang dia lesbi. Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat

Agen Resmi Bandarq Indonesia

Aku menuruti permintaan Melia. Dia menggagahi aku, kemudian meminta aku mengerjakan pemanasan sex (foreplay). Mainan Melia bukan main hebatnya, segala gaya dia lakukan. Kami sudah ga peduli lagi dengan dingin nya malam, gatalnya semak-semak. Kami bergumul dan bergumul lagi. Melia meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya. Dia minta supaya aku meremas-remas payudaranya, kemudian memainkan lubang ‘Ms. Veggy’nya dengan jariku, menjilati sekujur unsur dagu. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Mr. Penny’ku yang sudah paling tegang itu, kemudian dijilatinya, dan dimasukkannya kelubang vaginanya, dan kami saling goyang menggoyang dan sampai kami saling menjangkau klimaks kenikmatan, dan terkulai lemas.

Melia minta supaya aku tak usah lagi menyusul kumpulan yang terpisah. Esoknya kami menyimpulkan untuk berkemah sendiri dan mencari tempat yang tak bakal mungkin dicapai mereka. Kami mendapatkan lokasi ditepi jurang terjal dan terdapat goa kecilnya, serta terdapat sungai yang bening, namun rimbun dan nyaman. Romantis sekali lokasi kami itu. Aku dan Melia layaknya laksana Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Sebab semua baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan. Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat

Melia hnya memakai selembar selayer yang dililitkan diseputar perut guna menutupi kemaluannya. Aku telanjang bulat, sebab baju kami sedang kami jemur ditepi sungai. Melia dengan busana yang paling minim tersebut membuat aku terangsang terus, begitu pula dia. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hnya makan mi instant dan makanan kaleng.

Baca Juga : Amelia Sahabat Penaku Kena Entot

Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat

Tepat telah tiga hari kami terdapat ditempat terasing itu. Dihari terakhir adalah hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Kami menyimpulkan esok pagi kami mesti pulang. Di hari terakhir itu, kesmpatan kami gunakan semaksimal mungkin. Di hari yang terang itu, Melia mohon aku mandi bareng di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar. Kami mandi berendam, berpelukan, kemudian bersenggama lagi. Melia membimbing ‘Mr. Penny’ku masuk ke ‘Ms. Veggy’nya. Dan di menggoyangkan pinggulnya supaya aku merasa nikmat. Aku demikian pula, semakin mengurangi ‘Mr. Penny’ku masuk kedalam ‘Ms. Veggy’nya.

Di atas batu yang ceper nan besar, Melia membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, ‘Ms. Veggy’nya tersingkap lebar, disuruhnya aku menjilati bibir ‘Ms. Veggy’nya sampai klitoris unsur dalam yang ngjendol itu. Dia menikmati nikmat yang luar biasa, kemudian disuruhnya aku memasukkan jari tengahku ke dalam lubang ‘Ms. Veggy’nya, dan menekannya dalam-dalam. Mata Melia merem melek kenikmatan. Tak lama lantas dia mohon aku yang berbaring, ‘Mr. Penny’ku di elus-elus, diciumi, dijilati, kemudian diisapnya dengan memainkan lidahnya, Melia minta supaya aku tidak boleh ejakulasi dulu,

“Tahan ya ?” pintanya. ” Jangan dikeluarin lho ?!” pintanya lagi.
Lalu dia menghisap ‘Mr. Penny’ku dalam-dalam. Setelah dia enggak tahan, kemudian dia naik diatasku dan memasukkan ‘Mr. Penny’ku di ‘Ms. Veggy’nya, wah, goyangnya hebat sekali, kesudahannya dia yang kalah duluan. Melia mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia ” keluar”, dan menjerit kenikmatan, kemudian aku menyusul yang “keluar” dan oh,,,,oh…oh….muncratlah air maniku dilubang ‘Ms. Veggy’ Melia.

“Jahat anda ?!” kata Melia sambil menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Aku tersenyum saja. ” Jahat anda Beni, aku kalah terus sama anda ” Ujarnya lagi. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu.

Bandar Resmi Sakong Online

Sakongkiu

Esoknya kami telah berangkat dari lokasi yang tak bakal terlupakan itu. Kami memadu janji, bahwa suatu ketika nanti kami bakal kembali ke lokasi itu. Kami kembali dengan memungut jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat supaya tidak bertemu dengan regu yang terpisah itu. Dari kota kecil tersebut kami kembali ke kota kami dengan mencarter Taxi, sepanjang jalan kami berdekapan terus di dalam Taxi. Tak sedikitpun masa-masa yang kami sia-siakan. Melia …
menciumi pipiku, bibirku, kemudian membisikkan kata. Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat

” Aku Cinta Kamuuu ” Aku pun menjwabnya dengan kata mesra yang tak kalah indahnya. Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Melia tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi ‘Mr. Penny’ku. Dia tahu aku ejakulasi di dalam celana, bahkan Melia tetap mengocok-ngocoknya. Aku terus mendekap dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Sudah tiga kali aku ” keluar” sebab tangan Melia tidak jarang kali memainkan ‘Mr. Penny’ku sepanjang perjalanan di Taxi itu.

” Aku lemas sayang ?!” bisikku mesra
” Biarin !” Bisiknya mesra sekali. ” Aku suka kok !” Bisiknya lagi.

Tidak inginkan ketinggalan aku merogoh celana olah raga yang digunakan Melia. Astaga, dia tidak gunakan celana dalam. Ketika jari-jari tanganku menyolok Memeknya, dia tersenyum, jembutnya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjadi ? astaga lagi, Melia telah ‘keluar’ banyak, Memeknya basah oleh lendir lendir, rupanya nafsunya tinggi sekali, becek banget. Tangan kami sama-sama basah oleh cairan kemaluan.

Situs Resmi Poker Online Indonesia

Ketika hingga di lokasi tinggal Melia, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Dia menyodorkan duit dua eksemplar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang menunaikan Taxi itu. Lalu aku pulang. Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Melia guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Tapi terdapat satu temanku yang curiga, demikian semua guru. Hari-hari selanjutnya tidak jarang kali bertemu ditempat-tempat khusus laksana hotel diluar kota, di pantai, bahkan pernah dalam sebuah liburan kami ke Bali sekitar 12 hari.

Ketika aku sudah menuntaskan studiku di SLTA, Melia minta supaya aku tak melupakan memori yang pernah kami ukir. Aku diajaknya ke suatu Hotel disebuah kota, yah laksana perpisahan. Karena aku mesti melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku. Alangkah sedihnya Melia malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Tak rela rasanya aku kehilangan Melia. Kujelaskan semuanya, meski kita lain usia yang lumayan mencolok, namun aku inginkan menikah dengannya.

Melia menyerahkan cincin bermata berlian yang dipakainya untuk aku. Aku menyerahkan kalung emas bermata zamrud untuk Melia. Cincin Melia hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, sesudah dikecupinya. Melia berencana berhenti menjadi guru, “sakit rasanya” ujarnya bila terus menjadi guru, sebab kehilangan aku. Melia bakal melanjutkan S2 nya di USA, sebab keluarganya terdapat disana. Setelah tersebut kami berpisah sampai sekian tahun, tanpa kontak lagi.

Agen Judi Aduq Resmi Indonesia

Pada sebuah saat, terdapat surat undangan pernikahan datang ke Apartemenku, datangnya dari Dra. Melia Maharani, MSC. Rupanya benar dia menuntaskan S2 nya.Aku terbang ke Jakarta, sebab resepsi itu diselenggarakan di Jakarta disebuah hotel bintang lima. Aku datang bareng kakakku Rina dan Papa. Di pesta perrrniiikahan itu, saat kami datang, Melia tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banyak tersebut dan memelukku erat-erat, kemudian menangis sejadi-jadinya.

“Aku rindu anda Beni kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, bila saja laki-laki disampingku dipelaminan itu ialah kamu, betapa bahagianya aku ” Kata Melia lirih dan pelan seraya memelukku.

Kamu jadi perhatian semua hadirin, Rina dan Papa saling tatap kebingungan. Ku belai airmata tulus Melia. Kujelaskan aku sudah lulus S1 dan bakal melanjutkan S2 di USA, dan aku berjanji akan membina laboratorium yang kuberi nama Laboratorium “Melia”. Dia setuju dan masih menenteskan air mata.

Setelah aku diperkenalkan dengan suaminya, aku mohon pamit guna pulang, akupun tak tahan dengan keadaan yang dramatis ini. Setelah lima tahun tak terdapat khabar lagi dari dia, aku telah menikah dan punya anak perempuan yang kuberi nama Melia Maharani, serupa nama Melia. Ku kabari Melia dan dia datang kerumahku di Bandung, dia pun membawa putranya yang diberi nama Beni, hanya Beni bertolak belakang usia tiga tahun dengan Melia putriku. Aku masih menikmati getaran-getaran mengherankan di hatiku, tatapan Melia masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. Kami sepakat guna menjodohkan anak kami kelak, andai Tuhan mengijinkannya.

Cerita Sex Selingkuh, Cerita Mesum, Cerita Sex Pasutri, Cerita Bokep Seks, Cersex, Cerita Sex 2019, Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Hot, Cerita Sex Bergambar, Cerita Sex Panas, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Tante, Kisah Seks, Cerita Panas, Cerita Mesum.

Sakongkiu

Cerita Sex Memek Guruku Yang Muncrat ¦ Cerita Sex Guru
http://kisahwanita.com/cerita-sex-memek…uku-yang-muncrat/
Copyright © 2019 Sakongkiu All Right Reserved